Sering kalo pas lagi ngobrol sama teman, ngelantur sana-sini, terus tiba-tiba ingat masa kecil dulu, entah waktu masih d TK (play group gak mungkin kayaknya) SD, kadang ada pengalaman yang ada juga yang malah menyedihkan paling menggelikan, kalau diingat-ingat lagi, tapi ada juga yang biasa-biasa aja, tergantung obrolan dan suasana hati saat kita mengenangnya.
Masa kecil kita kayaknya gak bakalan pernah bisa kembalikan lagi, tapi sebagian kita masih bisa melakukan apa yang pernah dilakukan pada masa kecil dulu, asal jangan ketemu orang yang bilang “ah masa kecil kurang bahagia”. Oke aku ingin berbagi cerita ke Srilogi semua bagaimana aku melewati masa kecilku dulu : Dimulai dari sekolah dasar, sebenarnya aku anak yang biasa-biasa saja, tapi yang luar biasa menurutku aku paling tertarik pada benda atau mainan yang menurutku asik untuk diutak atik, contohnya pada masa itu masih ada telpon rumah atau kantor yang sistem pengoperasiannya diputar (ada handle pemutarnya), nah aku penasaran ini telpon kok bisa diajak bicara gimana caranya ya?, maka mulailah aku memutar-mutar gagang handel telpon tersebut, pertama sekenanya beberapa putaran, lalu ku pasang gagang mike telpon ke kupingku dan terdengar suara seorang perempuan “hallo mau dihubungkan dengan siapa?”……,kontan aku kaget dan sesegera mungkin menutup telpon. Beberapa saat aku berfikir, ada baiknya aku coba lagi siapa tau bisa memanggil Bapak ku, maka aku putar kembali gagang pemutar yang menempel di samping badan telpon, dan benar…suara cewek tadi muncul lagi “hallo mau disambungkan dengan siapa?”, mendengar itu aku langsung menjawab “mmm….anu tante…sambungkan aku dengan bapak ku yang ada di kamar lagi tidur “, lalu suara perempuan itu menjawab lagi “maksud anda bagaimana?”, lalu saya menjawab “ya itu tadi minta disambungkan dengan Bapak saya yang lagi di kamar”, lalu di jawab lagi oleh perempuan di seberang telpon “maaf ya dik…saya tidak bisa membangunkan bapamu yang lagi tidur, kenapa enggak kamu aja, kan kamu dirumah sekarang”. Saat itu setelah telpon di tutup aku sering memeikirkan telpon itu, hingga aku beranjak dewasa dan mulai mengerti, ternyata telpon masa kecilku masih memakai operator, yang apabila kita sebut alamat yang kita tuju maka ia akan dengan sigab mencabut dan menancapkan kabel telpon agar tersambung dengan alamat orang yang ingin kita ajak berbicara (kalo masang telpon juga sih).
Hah…kayaknya segitu dulu ya ceritanya, nanti aku sambung lagi dengan pengalaman masa kecilku yang mungkin lebih seru. Selamat membaca. (ada yang punya kenangan masa kecil yang seru gak nih…?, bagi dong)